SIDAK PASAR BALIKPAPAN

KH.ACHMAD SYARWANI ZUHRIBALIKPAPAN – Infromasi mengejutkan didapat saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan melakukan inspeksi mendadak (sidak ) di Pasar Klandasan, Kamis (17/9) kemarin. Dari sidak tersebut, MUI banyak mendapati pedagang yang melakukan perbuatan curang dengan mengurangi takaran dan timbangan.

“Dari hasil sidak kali ini, memang ditemukan beberapa pedagang yang menggunakan timbangan atau dacing yang tidak sesuai takaran. Ini terbukti saat kita tes langsung,” ujar Sekretaris MUI Kota Balikpapa, Drs H Jailani.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita tersebut di pimpin langsung Ketua MUI Balikpapan KH Syarwani Zhuhri Al Banjari. Hadir pula Kepala Kantor Departemen Agama (Depag) Balikpapan H Sulaiman, Ketua Komisi Fatwa MUI KH Anas Muchtar, Lurah Klandasan Ulu H Amirullah, Ketua Dewan Masjid Indonesa (DMI) H Roem Arbain dan beberapa ulama lainnya.

Rombangan awalnya melakukan sidak di pasar Ikan dan daging, disini ditemukan pedagang yang yang timbangannya dikurangi. Teknisnya, timbangan yang semestinya normal berada di titik nol, namun sebagian ada yang melewati batas nol hingga 100 gram lebih.

Sontak, kondisi ini membuat ulama PROF.DR.KH.Achmad  Syrwani Zuhri cukup geram. Teguran pun dikeluarkan kepada pedagang yang kedapatan curang tersebut, apalagi perbuatan itu sangat merugikan konsumen atau pembeli.

“Harus sesuai, jangan dikurangi. Lebih baik lebih sedikit daripada kurang. Karena itu termasuk perbuatan yang tidak disukai Allah SWT, perbuatan dosa ,” terang PROF.DR.KH.Achmad Syarwani sembari mengenggam tongkatnya.

Tak hanya itu, saat rombongan melanjutkan sidak menuju pasar jenis sembako. Lagi-lagi rombongan menemukan timbangan yang tidak sesuai dengan takaran. Semestinya, posisi timbangan seimbang atau sejajar. Namun, saat dilakukan pemeriksaan timbangan ternyata berat sebelah. Tempat barang dagangan posisinya menurun dibandingan tempat menaruh dacing.

“Saya nggak tau pak, saya taunya beli waktu dulu seimbang. Habis itu nggak pernah diapa-apain lagi kok timbangannya,” kata soerang pedagang

Selain ada yang sengaja, ada juga yang dinilai tidak sengaja. Ada beberapa alat timbangan yang kotor dan berkarat, sehingga mempengaruhi berat timbangan. Disaat itu pula, MUI meminta pedagang untuk membersihkannya.PROF.DR.KH.Achmad Syarwani mengingatkan para pedagang agar tidak menghindari dan tidak mengulangi perbuatan curang tersebut bagi yang sengaja melakukannya kepada pembeli.

“Janganlah berbuat curang lagi karena itu kejahatan, kasihan masyarakat, apalagi ini bulan puasa,” pesan PROF.DR.KH.Achmad Syarwani.

Lanjut PROF.DR.KH.Achmad Syarwani menerangkan, banyaknya musibah yang terjadi di pasar, sebagian besar dikarenakan para penghuni atau pedagangnya tidak melakukan jual beli secara halal.

“Kenapa pasar sering terbakar dilalap si jago merah, karena penjualnya tidak memperhatikan timbangan atau takaran. Makanya musibah datang,” tegasnya.

Apabila masyarakat pedagang memperhatikan hal tersebut, bukan musibah yang datang. Melainkan rezeki berlipat yang akan diberikan oleh Allah SWT.

“Semoga daganannya lancar, pahala buat pedagang dan berkat buat pembeli. Yang penting harus jujur,” imbuh ulama yang kerap menggunakan surban tersebut.

Kembali Jailani mengatakan, pihaknya akan melaporkan hasil sidak MUI tersebut kepada instansi terkait. Yaitu Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Diperindagkop) sebagi pihak yang berwenang untuk melakukan uji kelaikan alat timbangan atau tera ulang.

“Nanti kita akan buat laporan soal masalah ini, dan kita sampaikan pada pihak terkait. Supaya bisa dilakukan pemeriksaan,” tutur ust.Jailani. (die)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: